Blue Flower

Tugas             : Etika Dalam Proses Penelitian Komunikasi

Contoh Judul             : Aktivitas Humas Polri dalam Membina Hubungan Dengan Pers Dan Persepsi Pers

Ada sebuah anggapan di kalangan akademisi dalam hal penelitian/riset, yaitu “kualitas penelitian tidak hanya dilihat dari apa hasilnya, tetapi juga bagaimana proses sebuah penelitian itu berlangsung sehingga dibutuhkan etika dan kode etik untuk mengaturnya”. Anggapan tersebut tidak salah, karena seorang peneliti, setidaknya memiliki 4 tanggungjawab dalam penelitian 1). Terhadap proses penelitian yang memenuhi baku ilmiah. 2). Terhadap hasil penelitiannya yang memajukan ilmu pengetahuan sebagai landasan kesejahteraan manusia. 3). Kepada masyarakat ilmiah yang member pengakuan di bidang keilmuan peneliti tersebut sebagai bagian dari peningkatan peradaban manusia. 4). Bagi kehormatan lembaga yang mendukung pelaksanaan penelitiannya.

Berpijak dari uraian di atas, dan berdasarkan judul di atas, maka ada beberapa batasan/etika-etika yang harus terpenuhi oleh seorang peneliti dalam proses penelitiannya, yaitu :

1.       Responden, dalam hal ini seluruh Staf Humas Polri dan Wartawan peliput berita di Polri tersebut yang merupakan sumber data/responden (obejk penelitian), harus dijamin dan dilindungi, karena proses pengambilan data akan menyinggung kearah hak asasi manusia

2.      Peneliti menghormati harkat dan martabat manus(Staf Humas Polri dan Wartawan peliput berita di Polri) dalam hal ini adalah peneliti perlu mempertimbangkan hak-hak subjek untuk mendapatkan informasi yang terbuka berkaitan dengan jalannya penelitian

3.      Asas kemanfaatan. Dalam hal ini penelitian yang dilakukan harus mempertimbangkan manfaat dan resiko yang mungkin terjadi selain itu juga penelitian yang dilakukan tidak membahayakan jiwa si peneliti dan responden itu sendiri dan menjaga kesejahteraan manusia

4.      Berkeadilan. Yaitu, setiap orang (Staf Humas Polri dan Wartawan peliput berita di Polri)  yang diberlakukan sama berdasarkan moral, martabat dan hak asasi manusia termasuk dalam hal hak dan kewajiban peneliti maupun subjek harus seimbang.

5.      Informed consent. Yaitu adanya pernyataan kesediaan dari Staf Humas Polri dan Wartawan peliput berita di Polri untuk diambil datanya dan ikut serta dalam penelitian tersebut di atas. Maka terlebih dahulu, si Peneliti memberikan penjelasan tentang penelitian yang akan dilakukan terhadap mereka (Staf Humas Polri dan Wartawan peliput berita di Polri), naik mengenai tujuan penelitian, manfaat yang akan diperoleh, resiko yang mungkin terjadi dan adanya pilihan bahwa mereka kapan saja dapat menarik diri dari penelitian. Sekian, oleh Ela Hulasoh, S.Sos (Mahasiswi MIKOM SPs UMJ smt 2)

Tugas              : Etika Dalam Penulisan Laporan Penelitian Komunikasi

Contoh  Judul            : Aktivitas Humas Polri Dalam Membina Hubungan Dengan Dan Persepsi Pers

ada tiga hal yang harus diperhatikan sebagai tanda kita memiliki etika sebagai peneliti khususnya dalam hal penulisan laporan penelitian komunikasi dengan contoh judul di atas. Ketiga hal tersebut adalah:

Pertama: Kejujuran

Dalam sebuah laporan penelitian, semua informasi atau data yang disajikan haruslah sesuai dengan keadaan yang sebenarnya yang menggambarkan Aktivitas Humas Polri Terhadap Pers dan bagaimana Persepsi Pers tersebut. Adalah sangat tidak etis dan berbahaya jika data yang sudah di ambil dalam hal ini pada Staf Humas Polri dan Wartawan peliput berita di Polri  dimanipulasi sehingga tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Jangan sekali-kali mengubah data tersebut karena ingin menampilkan bahwa penelitian yang kita lakukan berhasil. Selanjutnya sumber infromasi atau sumber data (Staf Humas Polri dan Wartawan peliput berita di Polri) harus dicantumkan dengan benar. Jika mengutip ucapan salah seorang di antara mereka maka sumber kutipan dicantumkan.

 

Kedua: Objektivitas

Objektivitas sangat berkaitan dengan kejujuran. Maka sudah sepantasnya penulis objektif dalam penulisan, Jika bersikap objektif, maka dalam laporan penelitian atau karya tulis ilmiah yang dibuat, penafsiran atau interpretasi data yang dilakukan disandarkan pada objektivitas. Bukan subjektivitas. Objektivitas yang tinggi akan mencerminkan hasil penelitian yang sesuai dengan keadaan sebenarnya menggambarkan Aktivitas Humas Polri dengan Pers juga bagaimana persepsi Pers, sedangkan objektivitas yang rendah akan hal tersebut dengan sendirinya menurunkan harkat dari penelitian yang Anda lakukan.

 

Ketiga: Pengutipan

 

Bila kita sebagai peneliti dalam proses penulisan laporan mengutip pendapat orang lain, baik dalam mengambil kutipan langsung atau hanya mengambil intisari pendapat, maka sumber kutipan harus dicantumkan sebagai bentuk penghargaan kepada pemilik ide tersebut.(Sekian, Oleh Ela Hulasoh, S.Sos, Mahasiswi MIKOM SPs UMJ smt 2)