Blue Flower

 

Internet merupakan sebuah istilah yang muncul di akhir abad 20. Penemuan internet sangatlah memberikan dampak kepada publik di berbagai belahan Bumi hingga saat ini. Teknologi terdahulunya, seperti radio, telegram, telepon, dan televisi terkesan mulai dinomorduakan oleh masyarakat. Tentu, hal tersebut berkaitan erat dengan mencuatnya isu penemuan internet yang memberikan manfaat serta fasilitas yang lebih banyak dan beragam bagi umat manusia.

Internet (Interconnection Networking) adalah sekumpulan jaringan komputer yang saling terhubung dengan protocol TCP/IP guna dapat dinikmati oleh miliyaran pengguna di berbagai belahan dunia. Departemen Pertahanan Amerika Serikat dengan proyek ARPA yang disebut sebagai ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) mengawali hadirnya internet di dunia. Konsep dari proyek ini ialah bagaimana cara jaringan global agar dapat memungkinkan terjadinya penyebaran dan pertukaran data dan program kapan pun.

Proyek ARPAnet terus mengalami perkembangan yang pesat. Nama ARPANET sempat berubah jadi DARPANET, yang mana “D” merupakan singkatan dari kata Defense. Kemudian selang beberapa lama, istilah USENET muncul. Program tersebut diutamakn untuk file transfer. Lingkup jangkauan ARPANET lambat laut mulai merambah ke wilayah luar Amerika. Komputer yang dapat terkoneksi jaringan ARPA pun semakin banyak. Maka dari itu, perlu sebuah protokol yang berfungsi sebagai penghubung perangkat komputer, yang pada saat itu diberi nama TCP/IP (Transmission Control Protocol dan Internet Protocol). Setelah itu, muncul pula istilah baru yaitu DNS (Domain Name System).

Teknologi jaringan internet meliputi banyak komponen, ada :

1.WWW (World Wide Web) : jaringan komputer yang terdiri atas client dan server. Bagian internet yang paling popular dan pesat perkembangannya.

2.HTTP (Hypertext Transfer Protocol) : protokol yang menentukan aturan yang harus diikuti web browser dan web server. Juga merupakan protokol standar untuk mengakses HTML document.

3.URL (Uniform Resource Locator) : sarana untuk menentukan informasi pada web server. Untuk dapat mengaksesnya, dibutuhkan protokol, nama server, dan path atau jalur dari suatu informasi.

 

Secara umum, jaringan internet yang kita ketahui ada beberapa macam, di antaranya LAN (Local Area Network), MAN (Metropolitan Area Network), dan WAN (Wide Area Network). Seperti namanya, daerah cakupan LAN hanya mencakup wilayah yang relative kecil seperti gedung, sedangkan MAN mencakup 1 provinsi atau wilayah yang lebih luas, dan WAN biasanya mencakup wilayah kenegaraan (meliputi wilayah yang sangat luas).

Konsep Global Village merupakan sebuah konsep yang membahas tentang perkembangan teknologi komunikasi di mana dunia diumpamakan dengan sebuah desa yang luas dan besar. Konsep ini dikemukakan oleh McLuhan di tahun 60-an. Konsep karya McLuhan ini dianggap aneh atau mustahil untuk digarap karena pada saat itu baru ada teknologi televisi dan radio, belum ada yang namanya internet. Dalam konsep Global Village ini, McLuhan menjelaskan bahwa tidak ada batas waktu dan ruang untuk berkomunikasi. Informasi dapat tersebar dari satu wilaah ke wilayah lain dalam waktu yang sangat singkat. Ia pun meramalkan bahwa di masa yang akan datang, manusia akan sangat tergantung dengan kemajuan teknologi. Sebagai tambahan, ia pun menambahkan pendapatnya bahwa Global Village ini terjadi sebagai akibat dari penyebaran informasi yang sangat teramat cepat oleh masyarakat luas di dunia.

Internet hingga saat ini memberikan begitu banyak manfaat yang tak terbatas.  Masyarakat di berbagai belahan dunia sekarang tak perlu khawatir lagi dengan yang namanya jarak dan waktu. Di manapun dan kapanpun mereka tetap akan bisa berkomunikasi dan mengakses informasi dengan cepat dan akurat. Internet juga menjadi dasar dalam teknologi smartphone, di mana semua aplikasinya harus didownload dengan koneksi internet. Manfaat lain yang turut dirasakan, terutama bagi para kaum remaja dan fresh graduate, internet bisa dijadikan sebagai sarana hiburan dan sarana penghasil uang. 

Sekarang, kebanyakan dari kita sudah terkungkung dalam dunia internet. Semua sarana dan fasilitas sudah disediakan. Hal ini lambat laun menyebabkan kita sebagai pengguna internet menjadi ansos alias anti social dengan orang atau lingkungan di sekitar kita. Kita hanya terpaku dengan berbagai fasilitas smartphone yang mobile. Ketika kita sedang makan, bersantai ria, bergosip, belajar, smartphone beserta jaringan internet selalu berada dalam genggaman tangan kita. Kita malah jadi jauh dengan yang dekat dan dekat dengan yang jauh. 

Selain manfaat, internet membawa sejumlah dampak negatif, misalnya tindakan kriminalitas seperti cybercrime, tindakan plagiarisme, cracking, penyebaran virus, dan aksi-aksi kriminal yang lain juga dapat dilakukan melalui media internet.

Masih berkaitan dengan internet, digital divide adalah kesenjangan antar individu, rumah tangga, bisnis, kelompok masyarakat, dan wilayah geografis pada taraf sosial ekonomi yang berbeda atas akses teknologi informasi dan komunikasi dan penggunaan internet untuk berbagai macam aktivitas. Digital divide ini mengacu kepada kesenjangan yang terbentang  di antara mereka yang dapat dan tidak dapat mengakses informasi melalui internet. Ketidakseimbangan ini dapat berupa ketidakseimbangan dari segi fisik (tidak punya perangkat komputer dan/atau akses internet) maupun keterbatasan ilmu dan keterampilan. Seiring dengan berkembangnya teknologi, digital divide juga mencakup ketidakseimbangan akses terhadap dunia maya.

Information superhighway adalah istilah yang popular pada tahun 1990-an untuk mengacu pada sistem komunikasi digital dan jaringan komunikasi internet. Information superhighway ini sering digunakan untuk transfer data, baik itu data video, file, audio, dsb. Dalam penerapannya, dibutuhkan 2 komponen penting, sarana (jaringan internet) dan sumber daya manusia (pengguna teknologi). Media yang satu ini sangat memungkinkan terjadinya penyebaran informasi dalam kecepatan tinggi.

Fungsi internet dalam kehidupan sehari-hari terlihat jelas, dilihat dari segi pendidikan, hiburan, ekonomi, dan sosial-budaya. Fungsi yang paling utama adalah fungsi pendidikan. Para inventor internet pada mulanya tentu ingin membuat internet dengan tujuan agar masyarakat bisa menjadikan internet sebagai wadah edukasi. Di zaman sekarang, semua materi pembelajaran dapat kita unduh dari internet, mulai dari e-book, pdf file, dan format-format lainnya. Internet memudahkan kita untuk belajar dengan cara digital dan efisien. 

Fungsi kedua adalah fungsi hiburan. Internet tak hanya menyediakan informasi maupun data yang bersifat edukatif semua. Dengan jaringan internet, sekarang telah tersedia berbagai macam online games ataupun game-game yang bisa diunduh dengan koneksi internet. Tak hanya games, video-video menarik seperti cooking demo, film, music video, musik, instrumen, dan sarana hiburan lainnya pun lengkap tersedia.

Fungsi yang tak kalah pentingnya ialah fungsi ekonomi. Internet merupakan salah satu media promosi sekaligus penyedia lapangan kerja. Berbagai perusahaan besar berlomba-lomba untuk memasang iklan produk atau usaha mereka di situs-situs yang paling sering dikunjungi. Banyak anak-anak muda zaman sekarang yang gemar mencari lowongan pekerjaan melalui internet. Tak sedikit pula pekerjaan yang didasarkan oleh eksistansi internet, misalnya HTML maker dan web designer.

Fungsi terakhir ialah fungsi sosial-budaya. Contoh nyata yang sangat terlihat jelas ialah dengan banyaknya aplikasi social media seperti twitter, facebook, path, line, dan WeChat. Aplikasi tersebut sangat membantu penyebaran informasi dalam jarak dekat maupun jarak jauh. Kita dapat terus keep-in-touch dengan kerabat, sahabat, atau sanak keluarga kapanpun dan di manapun. Selain itu, dengan adanya koneksi internet, kita sebagai warga negara yang memiliki kekhasan budaya warisan negara masing-masing pun dapat membagikan dan mempublikasikan kebudayaan serta adat istiadat yangada pada lingkungan tempat tinggal kita, misalnya dengan meng-post blog tentang Batik sebagai kain tradisional khas Indonesia.

Akhir kata, internet memang sangat luar biasa. Ia bagaikan jendela dunia, semua terdapat di dalamnya. Mengenai dampak positif maupun negatifnya, kita sebagai manusia yang punya akal budi semestinya bisa menyikapi kemajuan teknologi yang satu ini. Biarlah kita yang memegang kendali atas kemajuan teknologi, bukannya teknologi yang memegang kendali atas kita.