Blue Flower

 

Di zaman yang sudah semakin modern ini, tentunya teknologi komunikasi telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pada umumnya konteks sejarah dan budaya erat kaitannya karena sejarah cenderung seperti sebuah siklus. Fakta ini terlihat selama berabad-abad lamanya dan ini juga berlaku untuk masyarakat modern. Dengan memahami perkembangan apa yang sedang terjadi, tentu dapat membantu kita memahami apa yang sedang terjadi sekarang ini, terutama dalam bidang infrastruktur komunikasi. Infrastruktur sendiri memiliki arti segala bentuk fisik struktur yang digunakan untuk menopang berjalannya kegiatan masyarakat sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan  meningkatkan taraf hidup masyarakat luas. Komunikasi media analog sangat berkembang pada zaman dahulu sebelum adanya media digital. Analog sendiri memiliki arti sinyal data dengan gelombang kontinyu yang dalam penyampaiannya masih memiliki beberapa gangguan atau noise, sedangkan digital adalah sebuah komunikasi berbasis komputer yang memiliki konsep 0 dan 1 dan prosesnya menggunakan algoritma.

 

Asal mula penyampaian komunikasi yaitu ketika suku bangsa Indian hanya menggunakan asap sebagai bentuk penyampaian informasi, yang dimana asap tersebut dianggap sebagai sebuah informasi oleh mereka. Ini adalah bentuk komunikasi awal sebelum terciptanya alat komunikasi. Dan alat komunikasi pertama dimulai dari telegraf. Pada tahun 1800-an, Samuel Morse dan Alfred Vail mengembangkan dan mematenkan sistem listrik untuk telegraf. Telegraf yaitu sebuah alat yang dapat mengirim teks menggunakan sinyal listrik, yang kemudian disampaikan melalui saluran telekomunikasi atau radio. Radio adalah media komunikasi analog yang muncul sekitar tahun 1910 -1920 an. Radio awalnya hanya digunakan sebagai rambu untuk pesawat, namun setelah perang dunia 1, ketertarikan media terhadap radio baru mulai muncul. Dengan fungsi yang benar-benar berbeda, yaitu radio sebagai alat untuk menyiarkan atau memberikan informasi dan hiburan kepada khalayak massa. Banyak individu dan organisasi bergegas untuk memanfaatkan ini sebagai sarana baru komunikasi, seperti perusahaan telepon, surat kabar, bisnis dan bahkan universitas. Lalu pada tahun 1800 akhir, Alexander Graham Bell yang merupakan penemu telepon dari Amerika membuktikan cara kerja telepon dengan mengirimkan dan mentransfer perkataan. Keberadaan telepon cukup populer pada saat itu, bahkan hingga saat ini telepon menjadi barang yang wajib dimiliki oleh setiap orang. Tidak hanya populer, tetapi juga terus berkembang seiring perubahan zaman. Pada saat itu, telepon masih menggunakan infrastruktur kabel, dimana sebuah telpon disambungkan dengan kabel dan dicolok ke listrik. Lalu pada tahun 1900,  Reginald Fessenden  membuat telepon nirkabel pertama kalinya yang berfungsi untuk mengirimkan suara manusia melalui gelombang radio dengan cara mengirimkan sinyal dari tower radio satu ke tower lainnya. Cara ini tentu memberikan landasan untuk konsep ponsel dengan jaringan radio. Setelah perang dunia kedua, telepon radio digunakan untuk kepentingan-kepentingan khusus.

 

Ponsel Generasi Nol (0G)

 

Ponsel ini memiliki keterbatasan pergerakan, karena setiap hubungan telepon hanya dapat di kelola satu cell saja dan tidak bisa bergerak ke cell lainnya. Setelah mealui perjalanan yang cukup panjang, pada akhirnya Martin Cooper, seorang peneliti Motorolla, pada tahun 1973 menemukan handphone modern pertama, yang kemudian diberi nama Motorolla DynaTAC 8000X.

 

Ponsel Generasi Pertama (1G)

 

Ponsel generasi pertama ini disebut juga 1G. Ini merupakan ponsel pertama dari perkembangan infrastruktur nirkabel atau wireless. Ponsel ini masih menggunakan teknologi analog dalam pengoperasiannya dan sistem yang digunakan masih sangat sederhana, dan dikenal dengan istilah AMPS. Bentuk ponsel generasi ini masih tergolong besar dan kurang ekonomis, sehingga penggunaan dan penyimpanannya kurang praktis

 

Ponsel Generasi Kedua (2G)

 

Ponsel generasi 2G ini dapat dioperaaikan dengan jaringan GSM (Global System for Mobile Communication) karena sinyal yang digunakan sudah sinyal digital. Sinyal digital ini dapat melengkapi ponsel dengan aplikasi pesan suara, panggilan tunggu serta SMS, memiliki kelebihan dari ponsel generasi pertama yaitu bentuk ukuran yang lebih praktis serta kapasitas penyimpanan lebih besar dan memiiki keceptan menengah.

 

 
Ponsel Generasi Ketiga (3G)

 

Ponsel generasi 3G dengan sistem digital dapat mentransfer data dengan kecepatan tinggi, serta memiliki jangkauan yang lebih luas, karena tersedia aplikasi untuk mengakses internet dan video call berteknologi tinggi. Terdapat 3 standar telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000. Dan sistem yang digunakan seperti Symbian, Android dan Windows Mobile.

 

Ponsel Generasi Keempat (4G)

 

Ponsel generasi 4G merupakan hasil pengembangan dari generasi sebelumnya yaitu 3G. sistem ponsel iyang menawarkan babak baru dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi wirelesni memiliki kecepatan yang lebih tinggi dalam mengunggah data, serta waktu yang lebih singkat. Teknologi fourth-generation yang super canggih ini mengintegrasikan teknologi nirkabel seperti wireless broadband (WiBro), CDMA, wireless  global, dan fleksibilitas untuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda, seperti aplikasi media (online games, video conferencing, dan lainnya).

 

Telah dirasakan dampak munculnya ponsel atau telepon seluar dalam setiap aspek kehidupan. Ponsel adalah sebuah gadget yang sudah termasuk paling umum di era sekarang . Bayangkan saja jika kita hidup didunia tanpa ponsel? Tidak heran jika ponsel sudah menjadi bagian yang tak kalah pentingnya dari hidup kita dan tak bisa dipisahkan dari setiap aktivitas kita sehari-hari. Ponsel tentu memberi banyak manfaat dalam setiap kegiatan kita, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hiburan dan keseharian. Dahulu mungkin kita tidak merasa ponsel sebagai bagian penting dalam hidup kita, namun seiring berjalannya waktu, ponsel semakin sulit untuk lepas dari genggaman kita. Salah satu hal yang menyebabkan gadget, terutama ponsel begitu akrab dengan setiap individu adalah karena bentuk dan kegunaannya yang dapat memenuhi hampir setiap kebutuhan kita. Dahulu bentuk ponsel sangat besar dan berat, sehingga kurang praktis dan ekonomis dalam penggunaannya, serta fungsi yang dimiliki pun masih sangat terbatas. Tetapi sekarang keragaman bentuk ponsel sudah bervariasi, mulai dari kecil, tipis dan mudah digenggam hingga kembali lagi seperti bentuk semula adanya yaitu besar tetapi tetap masih sesuai dalam genggaman kita, dan tentunya dengan fungsi dan kegunaan yang bervariasi dan canggih. Hampir di setiap ponsel masa kini memiliki akses untuk internet atau browsing, karena internet sudah hampir menjadi kebutuhan kita sebagai pekerja, mahasiswa maupun ibu rumah tangga atapun sosialita. Dengan internet kita dapat memperoleh informasi yang kita butuhkan, baik dalam mengerjakan tugas, pekerjaan, mencari tempat-tempat yang ingin kita kunjungi dan sebagainya. Selain itu dalam ponsel juga terdapat aplikasi-aplikasi yang dapat memudahkan kita untuk mengetahui berita dan informasi terkini, sehingga dengan membuka ponsel saja kita sudah dapat mengetahui apa yang terjadi saat ini, seperti detik.com. Selain itu, sebagai remaja masa kini, ponsel juga dapat memenuhi kebutuhan mereka dalam sosial media, seperti Facebook, Path, Twitter, Instagram dan lainnya. Sosial media sudah dianggap menjadi kebutuhan mereka dalam bertukar informasi dan memberikan respons. Maka dari itu, infrastruktur teknologi komunikasi digital sudah membawa banyak dampak dalam kehidupan masyarakat, walaupun dampak yang ditimbulkan tidak selalu positif, maka kita sebagai pengguna harus menyeuaikan kebutuhan dengan teknologi yang ada.

 

 

 

Referensi 

 

http://hati.unit.itb.ac.id/?p=440

http://asalusul.sofhaljamil.com/2010/03/alexander-graham-bell-penemu-telepon.html

http://teknologi.kompasiana.com/gadget/2013/12/06/apa-jadinya-jika-ponsel-tidak-pernah-tercipta-614215.html

Straubhaar, J., LaRose, R. & Davenport R.,  (2011). Media Now: Understanding Media, Culture, and Technology, 2011 Update  Seventh  Edition. Thomson-Wadsworth

Dominick, J. R. (2008). The Dynamics of Mass Communication: Media in the Digital Age, Tenth Edition, McGraw-Hill, International Edition.

Grant, A. E. & Meadows, J. H. (2010). Communication Technology Update and Fundamentals. 12th Edition.