Blue Flower

Telekomunikasi bukanlah hal yang asing bagi masyarakat dunia dewasa ini. Bahkan bisa dibilang bahwa telekomunikasi sudah menjadi bagian hidup. Telekomunikasi menjadi kunci segala sektor kehidupan mulai dari ekonomi hingga pertahanan nasional. Fungsinya pun beragam, bisa untuk sarana pembelajaran maupun sosial.

Telekomunikasi terdiri dari kata tele dan komunikasi. Sebenarnya, komunikasi adalah proses pengkonstruksian dan penyamaan makna. Dalam hal ini, komunikasi tidak hanya terjadi saat manusia saling berbicara atau berbalas surat. Penampilan seseorang pun sudah merupakan pesan bagi siapa pun yang melihatnya. Namun, secara umum, komunikasi berarti saling mengirim dan menerima pesan. Kata tele memiliki definisi jarak jauh. Maka telekomunikasi adalah proses saling mengirim dan menerima pesan jarak jauh. Harus diperhatikan, bukan berarti bila ada dua orang yang berjarak tiga meter satu sama lain dan saling berteriak dapat disebut komunikasi jarak jauh.

Telekomunikasi biasanya merupakan teknologi komunikasi yang membutuhkan alat. Alat telekomunikasi yang pertama kali dikenal adalah telegraf yang diciptakan Samuel Morse. Pesan dikirimkan dalam bentuk sandi Morse dan biasanya digunakan untuk keperluan bisnis. Saat ini, alat telekomunikasi telah berkembang menjadi semakin canggih.

Secara umum, alat telekomunikasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu dengan kabel dan tanpa kabel alias nirkabel. Alat telekomunikasi yang menggunakan kabel artinya pengiriman atau aliran informasinya melalui kabel. Ciri-ciri utama alat ini adalah dapat dilihat secara kasat mata atau dirasakan secara fisik. Contoh yang paling populer sampai saat ini adalah telepon.

Banyak orang yang mengatakan bahwa telepon ditemukan oleh Alexander Graham Bell. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Ternyata seorang penemu asal Italia, Antonio Meucci telah menciptakan telepon lebih dahulu. Bahkan kongres Amerika telah mengesahkan hal ini. Pada awal perkembangannya, telepon memiliki bentuk fisik yang sangat besar dan rumit. Suatu pesan yang terucap pun tidak dapat langsung diterima oleh penerima telepon melainkan ada delay terlebih dahulu. Jarak jangkauan telepon pun belum seluas sekarang.

Seperti yang telah disebutkan di atas, telepon menggunakan kabel untuk aliran informasi. Pesan yang diucapkan oleh penelepon akal diubah menjadi sinyal listrik kemudian nantinya akan kembali diubah menjadi suara yang dapat didengar penerima telepon. Proses ini sekarang berlangsung dengan sangat cepat.

Telepon memfasilitasi komunikasi dua arah atau two way communication. Dua orang dapat berbincang-bincang melalui telepon seperti saat bertatap muka walaupun terpisah jarak yang jauh atau berbeda kota. Namun, telepon masih sangat terbatas untuk komunikasi interpersonal saja dikarenakan penerimaan pesan masih melalui gagang telepon yang didesain untuk satu orang. Selain itu, kabel yang menjadi bagian dari telepon juga membatasi pengiriminan dan penerimaan pesan di rumah atau kantor saja.

Di Indonesia, layanan telepon sempat dimonopoli oleh PT Telkom Indonesia. Telepon masih cukup populer hingga saat ini. Hampir setiap rumah memiliki sebuah telepon, begitu juga dengan kantor dan institusi lainnya. Namun, saat ini kepopuleran telepon menurun, terkalahkan oleh telepon genggam yang semakin murah dan mudah didapat.

Keterbatasan kabel inilah yang akhirnya menggelitik para peneliti untuk menciptakan alat telekomunikasi tanpa kabel yang dapat dibawa ke mana-mana (portable). Alat telekomunikasi nirkabel menggunakan gelombang radio atau gelombang elektromagnetik dalam mengalirkan informasi. Dengan demikian, telekomunikasi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Telepon seluler atau disingkat ponsel adalah alat telekomunikasi yang paling akrab dengan manusia modern. Seluler merupakan sistem komunikasi yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan pesan terjadi dalam keadaan bergerak atau tidak diam di suatu tempat. Telepon seluler ini merupakan buah pikiran Martin Cooper, anggota tim dalam Motorola Corporation. Kesulitan utama pada pembuatan telepon seluler generasi pertama ini adalah saat harus memasukkan semua komponen elektronik ke dalam sebuah benda kecil. Tidak heran, telepon seluler pertama memiliki bobot dua kilogram dan dibandrol dengan harga yang sangat mahal.

Kesulitan tidak hanya berhenti di sana. Untuk memanfaatkan telepon seluler ini secara maksimal tentunya dibutuhkan sistem jaringan yang baru. Sementara itu, sistem aliran yang ada sebelumnya harus menggunakan kabel. Seseorang bernama Amos Joel adalah orang yang berjasa besar dalam hal ini. Ia menetaskan sebuah ide sistem penyambung antartelepon seluler.

Dalam Biologi, sel adalah bagian paling kecil dari organisme, tidak jauh berbeda dengan sel pada kata seluler. Sistem seluler yang digunakan telepon seluler membagi suatu wilayah yang luas menjadi daerah-daeran lingkup kecil, seperti sel-sel. Dengan pembagian seperti ini, kekhawatiran hubungan komunikasi akan terputus saat menelepon sambil bergerak hilang sudah. Sementara itu, ada dua cara pengaliran informasi yang diterapkan pada telepon seluler, yaitu aliran data lewat gelombang radio dan aliran data lewat digital.

Telepon seluler menjadi sarana komunikasi yang berperan penting hingga saat ini. Komunikasi interpersonal jarak jauh dapat dilakukan lewat perantaraan telepon genggam. Posisi dan rentang kabel yang terbatas pun bukan lagi menjadi masalah. Kegiatan menelepon dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, bahkan saat menempuh sebuah perjalanan atau kondisi-kondisi mendesak.

Kini telepon seluler hadir dalam bentuk yang lebih kecil dan praktis. Fungsinya pun bukan lagi sekedar untuk melakukan panggilan telepon. Pesan teks, kamera, surat elektronik, dan aneka permainan turut menjadi pelengkap. Teknologi layar sentuh pun semakin melengkapi keapikan telepon seluler dewasa ini. Akibatnya alat telekomunikasi yang satu ini tidak lagi disebut cellphone, melainkan smartphone.

Di Indonesia, pengguna telepon seluler semakin bertumbuh subur. Alat telekomunikasi ini semakin murah dan merakyat. Banyak perusahaan yang menawarkan telepon seluler canggih lengkap dengan berbagai feature dan harga yang terjangkau. Segala lapisan masyarakat mulai dari eksekutif sampai pedagang asongan menenteng telepon seluler ke mana-mana.

Satu unsur lagi yang menopang telekomunikasi tanpa kabel adalah satelit. Satelit, pada dasarnya merupakan sebutan bagi sebuah benda yang bergerak mengorbit sebuah planet. Satelit alami bumi, seperti yang kita ketahui, adalah bulan. Sedangkan, satelit yang menopang telekomunikasi biasa disebut satelit komunikasi.

Satelit komunikasi ini diterbangkan ke angkasa dengan menggunakan roket. Fungsi utama dari satelit ini adalah menjadi sarana atau link yang menghubungkan para pengguna telekomunikasi di bumi. Misalnya, seorang ibu menelepon anaknya yang ada di luar kota menggunakan telepon seluler. Ketika ibu berbicara, pesan tersebut diubah menjadi sinyal yang ditransmisikan ke satelit. Sampai di satelit, sinyal tersebut dipantulkan kembali ke bumi, tepatnya kepada telepon seluler milik si anak. Dengan demikian, anak tersebut dapat mendengar pesan dari ibunya.

Satelit pertama milik Indonesia yang diluncurkan diberi nama Palapa A1. Setelah itu, pemerintah dan berbagai lembaga komunikasi terus menerus melakukan penelitian dan pengembangan. Hingga saat, kurang lebih sudah ada 18 satelit Indonesia yang diluncurkan ke angkasa. Penemuan satelit ini mempermudah berbagai konteks komunikasi jarak jauh, mulai dari interpersonal dan terutama massa, terutama karena satelit ini juga digunakan dalam jaringan internet.