Blue Flower

Normal 0 false false false EN-US X-NONE AR-SA

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:0cm; mso-para-margin-left:17.85pt; mso-para-margin-bottom:.0001pt; line-height:150%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Tahoma; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-font-kerning:1.0pt; mso-ansi-language:IN;}

Eki Oktavia Handayani

1306460280

 

 

Iklan merupakan suatu bentuk media komunikasi persuasif yang dibuat untuk mendapat respon dan membantu tercapainya tujuan pemasaran. Sedangkan menurut PPPI (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia), Periklanan adalah segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan melalui suatu media, dibiayai oleh pemrakarsadan ditujuan untuk sebagian atau seluruh masyarakat. Iklan atau advertising merupakan salah satu Advertensi berasal dari bahasa Belanda advertentie yang juga mengacu pada bahasa Inggris advertising.Sedangkan iklan yang umum dipakai dalam bahasa Melayu berasal dari bahasa Arab i’lan atau i’lanun secara harfiah berarti informasi.

Perkembangan iklan sudah dimulai sejak zaman dulu dengan teknologi yang sederhana. Dulu pemilik barang yang ingin menjual barangnya akan berteriak di gerbang kota menawarkan barangnya pada pengunjung yang masuk ke kota tersebut. Iklan sudah dikenal manusia dalam bentuk pesan berantai (word of mouth) yang bentuknya pengumuman untuk membantu kelancaran proses jual-beli. Teknologi yang digunakan untuk menyampaikan iklan berupa pesan berantai ini adalah mulut.

Kemudian pada masa Babylonia 3000 SM ditemukan pesan iklan dalam bentuk tertulis. Pada zaman ini Manusia mulai memanfaatkan teknologi lain yaitu kepingan tanah liat (clay tablet) yang diukir untuk menginformasikan tentang dealer salep (ointment dealer), juru tulis (scribe) dan pembuat sepatu. Di lain tempat seperti Mesir dan Yunani Kuno ditemukan peninggalan berupa pengumuman-pengumuman di dinding dan naskah di daun papirus, memberikan pengumuman tentang datangnya kapal pembawa anggur, rempah-rempah, logam, barang-barang dagangan baru, acara-acara  (pertarungan gladiator) yang bakal digelar, budak yang lari dari tuannya. Orang-orang Roma mengecat dinding untuk mengumumkan perkelahian gladiator. Iklan pada jaman ini hanya berupa surat edaran. Karena masih banyak yang buta huruf, pengumuman-pengumuman itu dibacakan oleh tukang teriak (town crier) yang biasa didampingi pemain musik. Pada zaman ini manusia mulai mengkolaborasikan bentuk iklan dalam bentuk tertulis dan audio yang berupa suara teriakan dan iringan musik.

Lalu di reruntuhan kota Pompeii terdapat tanda-tanda di Terakota yang mengiklankan apa yang dijual di toko seperti daging sapi (row of hams), sapi penghasil susu, kulit untuk sepatu. Selain itu banyak ditemukan lukisan seorang tokoh politisi dan meminta dukungan suara dari masyarakat. Sedangkan pada zaman Julius Caesar di Eropa banyak toko dan penginapan yang memakai tanda, papan nama, atau simbol, untuk membantu mereka yang buta huruf. Misalnya penginapan dengan simbol Man in The Moon, Three Squirrels, Hole in The Wall.

 Manusia mulai menggunakan simbol atau tanda sebagai visualisasi iklan produk yang mereka jual atau sebagai media persuasif meskipun masih sederhana.

Setelah ribuan tahun menggunakan traditional advertising,  ditemukan mesin cetak Gutenberg pada tahun 1450 yang meningkatkan angka melek huruf sehingga merangsang orang untuk berbisnis iklan Bentuk awalnya berupa poster,handbill (selebaran), dan iklan baris (classified) di surat kabar. Pada awal abad 15-16, periklanan berkembang menjadi bentuk printed advertising. Beberapa waktu kemudian mulai muncul metode iklan dengan tulisan tangan dan dicetak di kertas besar yang berkembang di Inggris. Iklan pertama yang dicetak di Inggris ditemukan pada Imperial Intelligencer Maret 1648.

Periklanan secara nyata mulai menunjukkan kemajuan di awal abad 17 di Inggris untuk mempromosikan buku dan Koran yang mulai berkembang.Pada abad ke-17 di Inggris, pesan-pesan komersial masih berbentuk poster atau selebaran lepas yang dikirim dalam lipatan surat kabar dan banyak mengiklankan buku dan obat-obatan

Lalu  pada awal abad ke-19 beberapa surat kabar di Amerika Serikat mulai memuat pesan-pesan singkat yang mempromosikan tentang berbagai produk, tampil dengan huruf-huruf kecil di dalam kotak, di antara berita dan tulisan lain yang saat ini disebut sebagai classified advertisement.

Advertising modern sendiri yang mulai berkembang tahun 1960an, jauh berbeda dengan advertising masa lampau. Era advertising modern yang digarap secara kreatif ini dipelopori oleh seri iklan mobil kodok volkswagen yang menampilkan judul-judul seperti “Think Small“ dan “ Lemon.“ Iklan-iklan Volkswagen inilah yang meletakkan dasar positioning dan uniqe salling proposition (USP) dalam periklanan yang masih dipegang hingga kini. Konsep ini mengikat (associate) setiap brand dengan satu sspesific idea yang khas yang menancap di benak konsumen.

Di akhir 1980 dan awal 1990 memperlihatkan kemunculanTv Kabel dan MTV yang dianggap sebagai tipe periklanan yang baru.bagian darinya. Konsumen lebih menyimak pesan yang diiklankan MTV dibandingkan dengan membeli setelah mendapat informasi dari media lain.

Pemasaran melelui internet membuka batas baru bagi periklanan dan memberikan kontribusi pada ‘boomingnya’ “dot-com” tahun 1990. Seluruh perusahaan terus beroperasi semata-mata dalam bidang periklanan, dan menawarkan segalanya untuk kupon berlangganan internet gratis. Memasuki abad ke-21 sejumlah website, termasuk  searching machine Google memulai perubahan dalam dunia periklanan online dengan tidak menonjolkan iklan dibandingkan dengan pemberian bantuan dan lebih utama ketimbang membanjiri konsumen dengan brosur. Hal ini  menandai kebangkitan dari upaya untuk meningkatkan trend periklanan interaktif.

Untuk memenuhi kebutuhan perusahaan atau pihak yang ingin mengiklankan produknya, maka dibentuklah Biro Iklan atau Advertising Agency. Biro iklan adalah perantara yang berada di tengah – tengah orang yang ingin memasang iklan dan orang yang menyediakan tempat untuk memasangkan iklan.  Ada banyak bagian dalam biro iklan seperti seperti Creative Department ,Client Service Departmrnt, Media Department, Project Management, dan masih banyak lagi. Namun kali ini saya akan berfokus pada Creative Department. Departemen ini berperan untuk mengubah ide yang ditemukan oleh tim kreatif baik pengarah seni atau penulis naskah menjadi wujud yang lebih mudah dipahami oleh khalayak. Dengan kata lain, Creative Department memvisualisasikan ide dari tim kreatif yang masih sederhana baik seperti coretan atau angan-angan. Creative Department dibagi lagi menjadi beberapa divisi sesuai dengan fungsinya masing-masing.Creative Director merupakan kepala dari departemen ini. Ia berperan menggariskan konsep isi pesan dan strategi penyampaiannya. Creative Director juga bertanggungjawab atas hasil yang diciptakan oleh bagian kreatif dan memastikan kepuasan klien. Kemudian Art Director yang menggariskan konsep visual dan naskah, sehingga orang yang berada pada divisi ini biasanya memiliki keahlian menggambar dan merancang tata letak/layout iklan. Lalu ada Visualiser yang mengungkapkan gagasan terwujud berbentuk visual, ia menggunakan kemampuan tangannya atau secara manual memvisualisasikan ide. Selain itu ada Copy writer yang menyusun naskah, ia menggunakan keahlian menulisnya untuk mengembangkan konsep kreatif bersama Art Director. Ia juga bertanggungjawab atas semua materi copy/teks iklan. Tidak ketinggalan ada Graphic Designer  yang berperan untuk memvisualiasi ide tersebut dengan bantuan peralatan komputer dan software. Staf Creative Department perlu memiliki pengetahuan mengenai pengaruh/psikologi warna, komposisi desain, jenis-jenis huruf  (font), efek cahaya, jenis-jenis media iklan (jenis-jenis kertas, plastik dan bahan-bahan lainnya yangbisa menjadi media iklan) dan dalam beberapa penugasan dibutuhkan pula keahlian dalam memahami bentuk secara 3 dimensi.Orang-orang yang memiliki peran tersebut masing-masing memberikan sumbangan untuk menciptakan iklan yang menarik perhatian khalayak.

 

Referensi:

·         http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_periklanan

·          http://id.wikipedia.org/wiki/Biro_iklan

·         http://www.academia.edu/4907566/SEMUA_TENTANG_BIRO_IKLAN

·         TNS Media Intelligence" . Tns-mi.com. Tns-mi.com. 2007-01-08.

·         Bhatia (2000) 68. Periklanan Pedesaan di India: Bahasa Marketing, Komunikasi, dan Konsumerisme, 62

·         Eskilson, Stephen J. (2007): Grafik. Desain Sejarah Baru. New Haven, Connecticut: Yale University Press. New Haven, Connecticut: Yale University Press. p. p. 58. ISBN 978-0-300-12011-0 . 58. ISBN 978-0-300-12011-0