Blue Flower

Di zaman serba modern seperti ini, dampak dari perkembangan teknologi komunikasi pasti sudah banyak kita rasakan. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita bersyukur karena diberi kesempatan untuk menikmati kemudahan-kemudahan dalam berkomunikasi. Saat ini, kita sudah memasuki era atau zaman yang dinamakan era telekomunikasi, bahkan lebih dari itu, kini kita telah sampai pada era telekomunikasi yang bersifat interaktif.

Kita hidup di era telekomunikasi, itu artinya, kita hidup dimana komunikasi jarak jauh sudah dapat dilakukan dengan mudah. Kata telekomunikasi sendiri berasal dari gabungan dua kata, yaitu ‘tele’ yang berarti jauh, dan ‘komunikasi’ yang berarti berkomunikasi, berinteraksi, dan menyampaikan pesan. Jadi, arti dari telekomunikasi  adalah sarana komunikasi yang bisa menempuh jarak jauh. Sarana komunikasi yang dilakukan itu mayoritas menggunakan media elektronik.

Saat ini, dunia telekomunikasi sudah berkembang pesat dengan hadirnya internet yang seakan-akan tidak bisa lepas dari genggaman manusia. Sistem telekomunikasi yang kita alami dapat berlangsung dalam tiga cara, yaitu satu arah, dua arah, dan semi dua arah. Masing-masing dari cara berkomunikasi itu mempunyai unsur-unsurnya sendiri yang sangat membantu proses komunikasi itu agar bisa berjalan dengan lancar dan efektif.

Bentuk komunikasi jarak jauh dalam telekomunikasi yang pertama adalah bentuk satu arah. Dalam bentuk komunikasi satu arah ini, pengirim dan penerima pesan tidak dapat menjalin hubungan komunikasi yang berkesinambungan melalui satu media yang sama. Contoh medianya adalah televisi, pager, dan radio. Saat pengirim pesan melalui televisi ataupun radio, si penerima pesan hanya bisa melihat dan mendengar (dalam televisi), atau hanya bisa mendengar (dalam radio) apa yang dibicarakan oleh pengirim pesan tanpa bisa membalasnya secara langsung.

Bentuk komunikasi jarak jauh yang kedua adalah bentuk dua arah. Dibandingkan dengan bentuk komunikasi satu arah, bentuk komunikasi dua arah ini jauh lebih efektif dan informatif, karena pengirim dan penerima pesan dapat menjalin komunikasi yang berkesinambungan dalam satu media yang sama. Contoh medianya adalah telepon dan VOIP (Voice Over Internet Protocol). VOIP ini adalah teknologi yang memungkinkan percakapan jarak jauh melalui internet (contohnya adalah Skype). Melalui telepon dan VOIP ini, komunikan dan komunikatornya selalu saling bergantian dalam bertukar pesan atau informasi.

Bentuk komunikasi jarak jauh yang terakhir adalah bentuk komunikasi semi dua arah. Di dalam bentuk komunikasi ini, komunikan dan komunikator berkomunikasi secara bergantian dan tetap berkesinambungan. Contoh medianya adalah handy talky dan chat room.

 

Supaya proses telekomunikasi dapat berjalan dengan lancar, ada beberapa komponen-komponen atau diperlukan untuk mendukungnya, seperti pengirim, penerima, media/alat penyampaian pesan, dan informasi/isi pesan apa yang ingin disampaikan. Disini, pengirim pesan bertugas mengubah informasi menjadi sinyal listrik yang siap untuk dikirim. Informasi/isi pesan merupakan data yang mau disampaikan dari pengirim ke penerima. Data itu bisa berupa gambar, suara, ataupun tulisan. Selanjutnya, media/alat penyampaian pesan adalah alat atau teknologi yang berfungsi mengirimkan pesan dari pengirim kepada penerima. Karena media/alat ini digunakan untuk komunikasi jarak jauh, maka sinyal dari pengirim pesan diubah lagi menjadi gelombang radio, lalu berubah ke gelombang elektromagnetik. Setelah sinyal diubah, barulah sinyal itu dipancarkan melalui antena agar pesannya dapat terkirim jarak jauh. Setelah pengirim pesan mengirimkan pesan melalui media, si penerima pesan menerima sinyal elektromagnetik yang kemudian diubah menjadi sinyal listrik, lalu sinyal itu diubah kembali menjadi informasi asli sepeti yang dikirimkan oleh pengirim pesan sehingga pesan itu bisa dimengerti oleh si penerima.

            Selain komponen-komponen yang mendukung, telekomunikasi juga memiliki beberapa unsur-unsur yang jika digunakan sesuai dengan porsinya, maka proses telekomunikasi itu dapat berjalan dengan lancar. Unsur-unsur telekomunikasi itu terdiri dari telepon, telepon seluler, dan satelit. 

            Unsur pertama adalah telepon. Telepon dapat menerima pesan dalam bentuk suara atau gelombang akustik. Telepon ini mengubah suara menjadi listrik melalui kabel jaringan telepon (trasmisi sinyal listrik). Intinya, telepon merupakan pesawat dengan listrik dimana orang-orang yang menggunakan telepon ini dapat berkomunikasi jarak jauh.

            Unsur kedua dari telekomunikasi adalah telepon seluler. Alat ini adalah gabungan dari teknologi telepon dan radio. Sebenarnya, alat ini mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon. Bedanya, alat ini tidak menggunakan kabel sehingga bisa dibawa kemana-mana. Kelebihan lain dari telepon seluler ini adalah kemampuannya untuk menerima dan mengirim pesan singkat/SMS.

            Unsur selanjutnya adalah satelit. Satelit adalah benda yang mengorbit (mengelilingi) benda lain dalam periode tertentu. Satelit terbagi menjadi dua, yaitu alami dan buatan. Satelit buatan merupakan hasil penerapan daya berpikir dan daya cipta manusia terhadap teknologi yang dapat membantu memperlancar aktivitas manusia dalam berkomunikasi. Dalam bidang pendidikan, satelit berfungsi untuk melakukan penelitian. Dalam dunia ekonomi, satelit membantu proses layanan bisnis seperti internet-banking ataupun online shop yang dinimati banyak orang. Oleh karena itu, satelit merupakan salah satu unsur telekomunikasi terpenting.

            Telekomunikasi tentunya mempunyai manfaat yang besar bagi umat manusia. Dengan alat telekomunikasi, informasi bisa lebih cepat disampaikan dan disebarkan kepada masyarakat melalui jaringan internet. Dengan alat telekomunikasi pula, kita bisa dengan cepat menghubungi orang-orang yang berada di tempat yang jauh dengan kita (dengan menggunakan telepon atau telepon selular). Dengan adanya telekomunikasi, sudah tidak ada lagi batasan-batasan antar manusia di seluruh dunia. Kualitas hidup manusia juga tentunya dapat semakin meningkat apabila proses telekomunikasi itu dilaksanakan sesuai dengan porsinya. Contohnya, dalam bidang pekerjaan dalam perusahaan, telekomunikasi membuat waktu dan biaya yang dibutuhkan sebuah perusahaan menjadi efisien. Dalam bidang yang lain, contohnya kesehatan, para perawat dan juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit dari dari pasien yang datang ke rumah sakit dengan adanya smart card (sistem berbasis kartu cerdas). Semua itu merupakan manfaat dari telekomunikasi yang merupakan hasil dari daya cipta manusia.

            Dampak yang ditimbulkan dari perkembangan telekomunikasi sangat terlihat pada gaya hidup masyarakat zaman sekarang. Gaya hidup canggih secara tidak langsung dan tidak sadar sudah banyak diaplikasikan oleh masyarakat, seperti misalnya kerja jarak jauh, berbelanja jarak jauh, maupun belajar jarak jauh. Selain itu, dampak yang paling terlihat di Indonesia dengan adanya perkembangan telekomunikasi adalah pergeseran sistem nilai secara cepat yang bukan hanya dirasakan oleh masyarakat perkotaan, melainkan juga dirasakan oleh masyarakat pedesaan. Karena masyarakat Indonesia yang bersifat majemuk dengan latar belakang kebudayaan, agama, dan sejarah yang berbeda-beda, maka pergeseran itu akan semakin cepat. 

            Dalam hal konteks komunikasi di Indonesia, pengaplikasian teknologi telekomunikasi terlihat dengan adanya proyek pembangunan sistem komunikasi menggunakan jaringan serat optik yang bernama Palapa Ring. Palapa Ring ini direncanakan agar bisa menjangkau sebanyak 33 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Pemerintah Indonesia merencanakan agar jaringan Palapa Ring ini dapat mengitari tujuh pulau yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Selain itu, Palapa Ring juga mencakup delapan jaringan penghubung dan satu cincin  yang mengelilingi Indonesia (baik lewat darat maupun laut).

            Dengan hadirnya perkembangan Palapa Ring ini, diharapkan pembangunan telekomunikasi di Indonesia semakin meningkat, seperti ketersediaan layanan komunikasi dari voice hingga broadband, serta aplikasi distance learning/e-learning dapat mencakup sampai ke seluruh kota/kabupaten dan terjadi percepatan pembangunan komunikasi khususnya di Indonesia bagian timur yang saat ini belum sepenuhnya terjangkau oleh fasilitas-fasilitas telekomunikasi. Selain itu, manfaat yang bisa diambil dalam bidang ekonomi adalah keefisienan investasi yang akan menjadikan tarif komunikasi menjadi lebih murah.

 

            Di era digital ini, komunikasi menuntut adanya efisiensi waktu dalam hal pengiriman informasi dari narasumber ke penerima. Selain Palapa Ring, Indonesia sudah memiliki satelit yang bernama Satelit Palapa untuk membantu memperlancar proses komunikasi agar bisa berjalan secara efektif. Satelit Palapa ini namanya diambil dari Sumpah Palapa yang dicetuskan oleh Patih Gajah Mada pada tahun 1334. Saat ini, Indonesia sudah meluncurkan 18 satelit dimana 9 diantaranya adalah satelit dari jenis Palapa. Peluncuran Satelit Palapa dimaksudkan untuk kemudahan berkomunikasi di seluruh Indonesia sampai ke pelosok-pelosok daerah. Selain untuk berkomunikasi, Satelit Palapa juga berguna untuk kepentingan penyiaran seperti TV dan radio.