Blue Flower

 

‘New Me-New You’. Setiap orang pasti mengalami perubahan dan perkembangan selama proses kehidupannya. Begitu pula dengan media. Salah satu perkembangannya adalah dalam bidang komunikasi, di mana komunikasi saat ini menjadi lebih praktis, nyaman, dan interaktif. Apalagi semenjak kemunculan Media Baru atau New Media.

Macam Macam Teknologi

Konsep dari new media adalah menjadi penghubung antara perangkat digital dengan manusia. Berdasarkan konsep tersebut, perlu diketahui bahwa teknologi seperti televisi tidak termasuk ke dalam new media karena tidak ada interaksi antara perangkat dengan manusia. Nah, lalu apa yang termasuk dalam new media? Berikut jawabannya.

1.      Smartphone

Belakangan ini, smartphone menjadi sangat populer di masyarakat. Rasanya tidak “klop” bila masih tidak memiliki smartphone yang memiliki banyak fitur menarik dan tentunya membuat komunikasi lebih lancar dan mudah, apalagi dengan kemampuannya mengakses internet dengan cepat dan teknologi di dalamnya yang biasanya sudah 3G. Perlu diketahui bahwa smartphone berbeda dengan telepon genggam biasa karena berbagai fitur dan kemampuan smartphone yang tentunya lebih banyak dibanding telepon genggam. Contoh aplikasi smartphone adalah BBM (Blackberry Messenger), Line, dan Kakao Talk. Contoh smartphone yaitu Android dan Blackberry.

2.      Komputer

Tentunya perangkat yang satu ini sudah meluas pengenalan dan penggunaannya di masyarakat, apalagi mengingat murid di sekolah saja diajarkan untuk menggunakan perangkat ini. Komputer memiliki berbagai kegunaan, misalnya untuk keperluan data, hiburan, dan komunikasi. Lalu, kenapa komputer termasuk dalam new media? Alasannya adalah pada poin di mana komputer dapat memfasilitasi komunikasi manusia secara interaktif dengan praktis. Komputer dapat mengakses berbagai media sosial, bahkan media sosial yang awalnya hanya dapat digunakan smartphone, seperti Line dan BBM.

3.      Internet

Merupakan sebuah jaringan yang menjadi penghubung antar komputer, bahkan secara global. Untuk penjelasan seperti sejarah dapat Anda lihat pada paper saya yang berjudul Semua Soal Internet. Dengan keberadaan internet, akses akan komunikasi dan informasi menjadi lebih mudah dan cepat.

4.      Media Sosial

Poin yang satu ini pasti juga tidak asing lagi bagi masyarakat. Hampir semua masyarakat setidaknya menggunakan satu dari berbagai media sosial yang ada, bahkan tidak menutup kemungkinan bila ada yang menggunakan semua media sosial yang ada. Media sosial tentunya digunakan untuk dapat berkomunikasi antar manusia dan juga untuk berbagi informasi. Untuk penggunaan media sosial, dibutuhkan akses internet dan perangkat seperti smartphone. Bahkan sekarang beberapa dari media sosial sudah dapat diakses melalui komputer. Beberapa contoh dari media sosial yang sedang nge-“boom” di masyarakat, Indonesia khususnya, adalah Line, Kakao Talk, Whatsapp, Instagram, dan Twitter.

Sebenarnya, keempat poin di atas saling berhubungan. Untuk dapat menggunakan media sosial, dibutuhkan internet dan smartphone atau komputer. Bila tanpa internet tentunya tidak dapat mengakses media sosial. Tanpa media sosial, meskipun tersedia smartphone atau komputer dengan internet, komunikasi dan proses berbagi informasi tidak sepraktis bila menggunakan media sosial.

 

Manfaat

Keberadaan media baru saat ini pastinya membawa beberapa manfaat bagi penggunanya. Media baru dapat memudahkan dalam pengaturan, perolehan, dan pembagian informasi dari berbagai sumber, misalnya keberadaan Google dan Wikipedia yang dapat diakses dengan media baru. Sebagai tambahan penjelasan, jaringan yang dapat diakses oleh media baru pun tidak terbatas jumlahnya.

Dalam bidang komunikasi juga menjadi lebih praktis, cepat, dan interaktif. Di mana pun dan kapan pun tidak lagi menjadi masalah. Dengan smartphone yang bentuknya fleksibel untuk dibawa ke mana pun dan akses internet yang semakin mudah diperoleh, kita dapat mengakses media sosial kapan pun. Dengan kata lain, tidak menutup kemungkinan komunikasi dapat berlangsung ‘full 24 hours’.

Tentunya dengan kelebihannya dapat diakses mudah, cepat, di mana pun, dan kapan pun, media baru membuat waktu kita menjadi lebih efektif dan efisien. Bayangkan saja, tanpa media baru ketika kita ingin membuat tugas yang memerlukan referensi luar, kita harus mencari buku yang berhubungan dan kemudian mencari isi buku yang kita perlukan. Atau, ketika ingin berkomunikasi, misalnya untuk mengingatkan seseorang tentang suatu hal. Tanpa media baru, kita harus menelepon atau menemuinya. Pikirlah hal terburuknya, yaitu saat orang itu tidak diketahui sedang berada di mana, teleponnya tidak aktif, dan atau dia sedang kehabisan pulsa. Pastinya sangat merepotkan dan memusingkan untuk dapat menghubunginya. Namun, dengan menggunakan salah satu perangkat media baru, yaitu media sosial, kita dapat menuliskan pesan kita, misalnya lewat Line yang dapat diakses menggunakan smartphone atau komputer dengan akses internet (Wi-Fi juga termasuk tentunya).

Dampak Bagi Media Tradisional

Kemunculan media baru mempengaruhi media tradisional, seperti surat, majalah, koran, dan televisi. Dampak yang terlihat saat ini adalah penggunaan media tradisional mengalami penurunan karena penggunanya ada yang beralih ke media baru. Saya pribadi, merupakan salah satu pengguna yang beralih itu. ‘Kok’ bisa begitu? Alasan mendasarnya adalah karena media baru lebih praktis, cepat, dan efektif baik dalam hal berhubungan dengan informasi atau data dan komunikasi serta hiburan. Dengan media baru, penggunanya dapat mencari informasi dari berbagai sumber sehingga tingkat kebenaran dapat lebih pasti, atau penggunanya dapat berdiskusi di forum diskusi tentang informasi itu, misalnya tentang gosip. Bila dengan media tradisional, pengguna mayoritas hanya dapat melihat dan atau mendengarkan diskusi yang ditayangkan atau dipublikasikan lewat televisi atau majalah.

Namun, karena hal di atas, media tradisional menjadi tertantang dan akhirnya mengalami perkembangan. Misalnya, media tradisional yang sekarang juga menggunakan media baru, seperti koran Kompas yang menyediakan halaman web Kompas.com.

 

Tantangan dan Masalah dalam Komunikasi

Tidak ada hal yang berjalan tanpa ada masalah dalam prosesnya. Begitu pula pada media baru ini. Ketergantungan media baru akan perangkatnya, yaitu internet, komputer atau smartphone, dan media sosial memunculkan tantangan sendiri. Tanpa akses internet, penggunaan media baru tentunya mengalami kesulitan. Bila akses internet terbatas baik jangkauan dan kecepatannya, penggunaan media baru tidak menjadi maksimal.

Tanpa komputer dan atau smartphone, dengan apa kita dapat menggunakan media baru? Dan, untuk memiliki komputer dan atau smartphone tentunya dibutuhkan biaya-uang yang tidak sedikit. Setidaknya bila dihitung, biaya untuk membeli komputer atau smartphone cukup untuk membiayai makan beberapa hari bahkan seminggu lebih. Perlu diketahui juga, khususnya di Indonesia, tidak semua masyarakat ‘melek’ akan teknologi, apalagi yang tinggal di daerah pinggiran seperti di desa dan orang yang sudah tua (umur).

Kecepatan dalam memperoleh dan menyebarkan informasi ternyata juga menimbulkan masalah. Misalkan saja ada suatu informasi atau berita yang belum terbukti kebenarannya dipublikasikan lewat sebuah blog. Kemudian blog yang lain juga ikut menyebarkan informasi itu dan akhirnya informasi itu dianggap benar oleh pembaca atau pengguna media sosial. Tetapi pada kenyataannya, informasi itu salah. Salah satu contoh kasus adalah berita tentang kematian Jackie Chan yang tersebar di berbagai media sosial dan ternyata berita itu hoax-berita bohong.

Keberadaan orang-orang yang berniat jahat atau iseng, seperti para hacker, juga menimbulkan masalah dan tantangan bagi media baru. Pengguna media baru harus memiliki kewaspadaan ekstra dalam menggunakan media ini.

 

Pengaruh Bagi Pengguna

Media baru yang menawarkan berbagai kelebihan tentunya membawa pengaruh bagi penggunanya. Berikut poinnya.

a)      Waktu menjadi lebih efektif dan hemat karena pengguna media baru diberi kemudahan akses akan komunikasi dan informasi dengan cepat dan praktis. Namun, poin ini juga membawa pengaruh negatif, yaitu dapat menimbulkan efek ketergantungan pada media baru. Contohnya saya pribadi merasa aneh atau ada yang kurang bila berpergian tanpa membawa smartphone dengan akses internet.

b)      Pengguna dapat memperluas pengetahuan dan informasinya. Namun, hal itu juga dapat membuat pengguna menjadi merubah sikap dan pola pikirnya. Selama perubahan itu mengarah menjadi lebih baik tentu tidak masalah. Yang menjadi masalah adalah ketika informasi dan pengetahuan itu salah atau buruk sehingga sikap dan pola pikir penggua menjadi ‘ternodai’. Misalnya informasi atau data yang berbau pornografi dan kekerasan.

c)      Komunikasi dan interaksi menjadi luas, bahkan bisa melewati batas negara. Tidak menutup kemungkinan pengguna dari Indonesia dapat berkomunikasi dengan pengguna dari Inggris, misalnya. Namun, seperti dua poin sebelumnya, poin ini juga membawa pengaruh buruk ketika komunikasi itu menimbulkan masalah. Misalnya, adanya kasus penipuan dan penculikan yang berawal dari komunikasi melalui media baru.