Blue Flower

Televisi atau TV adalah sebuah teknologi telekomunikasi yang berguna untuk mengekstensi atau memperpanjang kemampuan manusia dalam pengelihatan (visual) dan suara (audio). Televisi merupakan media manusia untuk mendapatkan informasi yang tidak dapat dijangkau oleh manusia karena keterbatasan ruang dan waktu. Keinginan manusia untuk memperoleh informasi yang cepat dan lengkap membuat televisi muncul untuk memenuhi keinginan manusia tersebut. Pengembangan pengiriman informasi dalam bentuk audio dan visual merupakan keinginan manusia untuk memperoleh informasi yang akurat, tidak hanya informasi dalam bentuk audio saja ataupun visual saja. Untuk lebih mengurangi ketidakpastian informasi yang diberikan jika hanya melalui audio atau visual. Televisi merupakan salah satu teknologi telekomunikasi yang bersifat nirkabel, di mana pengiriman informasi melalui gelombang radio yang berbentuk UHF dan VHF dengan frekuensi pancaran dari 54-890 MHz. Walaupun sifatnya nirkabel, televisi tetap membutuhkan kabel untuk memproses informasi dan menerima sumber daya listrik untuk menghidupkam televisi tersebut.

Pada masa lalu, saat prototype televisi ditemukan, teknologi itu hanya mampu mengirimkan gambar bergerak, dan masih remang-remang. Perkembangan televisi menuju publik pertama kali terlihat saat penyiaran olimpiade berlin oleh salah satu stasiun televisi di berlin sehingga masyarakat dapat menikmati pertandingan-pertandingan pada olimpiade berlin tersebut pada tahun 1936. Perkembangan pada masa kini dimana pada setiap rumah kemungkinan besar dapat ditemukan televisi dalam rumahnya minimal 1. Keinginan manusia untuk memperoleh informasi ataupun hiburan seakan sudah menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi oleh mereka. Televisi adalah salah satu cara mereka untuk memenui keinginan untuk memperoleh informasi maupun hiburan tersebut.

Televisi memegang konsep sebagai channel dalam komunikasi. Televisi memiliki fungsi sebagai media untuk menyebarkan informasi atau pesan dari source yaitu saluran televisi atau statiun TV kepada receiver, yaitu masyarakat yang menonton televisi. Sebagai channel televisi menyiarkan berbagai informasi ataupun message dalam bentuk baik hiburan, berita dari berbagai sumber dan dengan receiver dari massa. Televisi tidak mengatur penerimaan informasi tersebut karena hanya sebagai perantara penyebaran informasi dan diterimanya atau tidak informasi tersebut oleh receiver yaitu masyarakat, tergantung dari masyaraktanya sendiri, karena sekarang dengan berkembangnya media massa yang cukup menjamur, masyarakat bebas memilih informasi yang akan diterimanya dan ditolaknya.

Televisi memegang peran cukup penting dalam komunikasi, khususnya dalam penyebaran informasi, terbatasnya ruang dan waktu manusia untuk dapat menerima informasi dari seluruh dunia membuat televisi merupakan salah satu teknologi yang mengekstensi kekurangan manusia itu. Penyebaran informasi melalui radio yang hanya dapat menyebarkan infromasi dalam bentuk audio tidak cukup bagi manusia sehingga muncullah televisi sebagai penyebar informasi dalam bentuk audio dan visual. Sebagai media komunikasi, televisi memberikan akses yang cukup besar tentang informasi yang berasal dari seluruh dunia, namun hal ini tidak terlepas dari peran stasiun televisi sebagai source yang mengirimkan informasi maupun receiver yang apakah mampu memanfaatkan teknologi telekomunikasi ini dengan baik sehingga dapat memperoleh informasi yang dibutuhkannya serta akurat dan up to date.

Televisi dengan sifat komunikasi satu arah, dimana tidak memungkinkan antara pengirim pesan dan penerima pesan untuk saling berinteraksi memberikan feedback, perkembangan dari televisi nantinya diharapkan dapat mendukung interaski tersebut sehingga informasi yang diberikan kepada receiver dapat diberikan feedback kepada source dan mengurangi ketidakpastian dan kerancuan informasi yang diberikan. Tidak lepas dari tujuan komunikasi itu, televisi juga memberikan peran baik menginformasikan, mengedukasi, kontrol sosial, dan pengawasan. Lewat konten-konten yang disiarkan, televisi menjalankan perannya dalam komunikasi, ketika menayangkan tayangan berita ataupun dokumeter, televisi melakukan perannya sebagai informan atau pemberi informasi, Ketika televisi menayangkan bentuk hiburan baik sinetron, musik ataupun acara yang sifatnya mendidik televisi telah berperan dalam memberikan mendidik sebagai tujuan dari komunikasi.  Dan ketika menjalankan fungsi sebagai kontrol sosial televisi berperan dalam membentuk persepsi masyarakat dalam menanggapi suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi, pemberian infromasi dan sudut pandang oleh televisi mempengaruhi baik buruknya pandangan masyarakat tentang peristiwa tersebut. Selanjutnya untuk fungsi pengawasan televisi menayangkan kepada masyarakat segala perkembangan dan kejadian yang terjadi hampir diseluruh penjuru dunia.

Stasiun televisi pertama yang hadir di Indonesia adalah TVRI, yang telah ada sejak tahun 1962, sebagai satu-satunya stasiun televisi saat itu, masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi televisi hanya dapat menikmati satu stasiun televisi saja. Setelah itu pada tahun 1989 muncullah RCTI sebagai stasiun TV swasta yang dapat dinikmati oleh masyarakat selain RCTI. Perkembangan berlanjut hingga sekarang dimana stasiun televisi banyak berkembang, mulai dari stasiun televisi swasta, bahkan daerah.

Untuk perkembangan televisi di Indonesia, dapat dilihat dari mudahnya ditemukan televisi pada setiap rumah yang ada di Indonesia. Kebanyakan masyarakat Indonesia memanfaatkan televisi sebagai hiburan untuk melepas lelah ataupun menghabiskan waktu. Mayoritas masyarakat di Indonesia yang mengkonsumsi televisi adalah kalangan menengah kebawah, di mana acara TV yang disukai adalah hiburan. Tidak heran acara-acara televisi di Indonesia didominasi oleh hiburan-hiburan, dan kadang tidak heran ada hiburan yang tidak mendidik dan dengan sendirinya menyimpang dari tujuan komunikasi itu sendiri yaitu to educate. Banyaknya hiburan mengurangi porsi informasi yang seharusnya juga merupakan tujuan dari televisi yaitu untuk menginformasi kepada masyarakt lewat berita, kurangnya pengetahuna masyarakat Indonesia terhadap apa yang terjadi di Dunia ataupun disekitarnya karena kurangnya porsi berita informasi yang ditayangkan oleh televisi karena porsinya diambil oleh hiburan dikarenakan ratingnya lebih tinggi. Hal ini menyebabkan mudahnya beredar informasi yang tidak benar dari masyarakat tentang suatu peristiwa, dan masyarakat kurang mau mencari tau kebenaran tentang informasi tersebut sehingga menimbulkan miss perception di masyarakat tentang peristiwa tersebut. Banyaknya stasiun televisi di Indonesia yang tebagi menjadi stasiun televisi swasta dan nasional maupun daerah membuat informasi makin bebas dan banyak serta masyarakat bebas memilih dari mana informasi tersebut akan mereka terima. Namun di Indonesia, Banyaknya Stasiun televisi yang lebih mementingkan rating dari pada kualitas siaran yang diberikan kepada publik membuat citra pertelevisian di Indonesia cenderung buruk dipandang.

Televisi memang sangat membantu dalam telekomunikasi masa kini, baik dalam pemberian informasi, ataupun untuk mengedukasi, namun itu bergantung kepada stasiun televisi yang menyiarkan acara tersebut kepada masyarakat, apakah konten yang diberikan telah berguna untuk masyarakat ataukah hanya sebatas meningkatkan rating saja? Pemanfaatan teknologi telekomunikasi televisi ini mungkin bisa menjadi sarana penyebaran informasi yang efektif ketika dia mampu mendukung interaksi dan sosialisasi antara pengirim informasi dan penerima informasi tersebut yaitu masyarakat.

Rendy Anwar

 

13140110124

D1