Blue Flower

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN;}

Well, saya akan membuat respon paper tentang salah satu alat elektronik yang mengisi hari-hari kita. Bahkan kita melewati pertambahan umur dengan melihat acara-acara yang dihadirkan salah satu media massa ini. Apakah itu? Ya, televisi! Pastinya ketika kecil kita akan menunggu film kartun di televisi yang ditayangkan pada hari Minggu pagi. Sayangnya zaman sekarang ini sudah jarang film kartun yang seru L Kembali pada topik televisi. Televisi, media telekomunikasi terkenal yang menghadirkan informasi dalam bentuk audiovisual. Sebenarnya sistem penyiaran televisi hampir sama dengan sistem penyiaran radio, menggunakan frekuensi radio untuk dapat menyiarkan gelombang Televisi pada TV. Tentunya kini televisi sudah mengalami perubahan yang signifikan melalui inovasi-inovasi. Jika dulu hanya ada TV hitam putih, kini sudah berwarna. Jika dulu TV ditayangkan tanpa suara, sekarang tentunya dapat kita nikmati gambar beserta suara, seperti yang saya tadi tulis, televisi menghadirkan acara dalam bentuk audiovisual. Jika dulu tabung televisi sangat besar, sekarang beredar televisi yang berbentuk flat. Mengapa televisi menjadi hal yang tidak asing bagi kita? Karena televisi sudah menjangkau kalangan manapun. Dan sudah sejak kecil orang tua kita yang merasa kerepotan dalam mengurus kita, menyuruh kita menonton acara televise tertentu yang kita sukai sehingga kita akan keasyikan menonton TV tanpa menggannggu orang tua kita dalam menjalankan aktivitasnya. Padahal terlalu seringnya menonton TV dalam jarak dekat membuat mata kita rusak, serta membuat kita terus bermalas-malasan didepan TV tanpa mau melakukan aktivitas lain. Selain itu kebiasaan buruk yang kita sering lakukan adalah menonton TV lalu kita malah tertidur.

Kira-kira bagaimana sih perkembangan televisi sehingga menjadi seperti sekarang ini? Mari kita bahas. Televisi memiliki sejarah yang cukup panjang. Bermula dari tahun 1931, Joseph henry dan Michele Faraday menemukan hukum tentang gelombang elektromagnetik yang menjadi awal perkembangan komunikasi elektronik. Lalu pada tahun 1875 berhasil George Carey berhasil menemukan Selenium Camera yang dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Sembilan tahun kemudian, pada tahun 1881 muncul ide dari penggunaan scanning untuk mengirim gambar dimasukkan untuk penggunaan praktis pantelegraph. Tiga tahun kemudian, pada tahun 1884, Paul Gottlieb Nipkow menemukan teleskop elektrik dengan resolusi 18 garis. Pada tahun 1897, Karl Ferdinand Braun menciptakan CRT dengan layar yang dapat berpendar jika terkena sinar. Maka inilah sejarah awal televisi berbasis tabung. Pada tahun 1900, istilah televisi baru dikenal. Orang yang menemukan televise yakni,   Constatin Perskyl. Televisi sendiri berasal dari kata tele(jauh) dan tampak (vision). Tujuh tahun kemudian, padatahun 1907, Boris Rosing dan Campbell Swinton yang melakukan percobaan terpisah menggunakan sinar katoda sehingga dapat mengirim gambar. Pada tahun 1925, John Logie Baird menunjukkan transmisi dari gambar bayangan hitam bergerak di London. Beliau  juga menemukan sistem video recording. Dua tahun kemudian, Philo T Farnsworth memiliki gagasan tentang image dissector. Maka ini menjadi pengembangan televise modern pertama. Selang dua tahun kemudian, Vladimir Zworykin dari Rusia menyempurnakan perkembangan tabung katoda yang dinamakan dengan kinescope, yakni merupakan pengembangan teknologi CRT. Pada tahun 1940,  Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis. Maka ini merupakan awal perkembangan televisi warna pertama. Pada tahun 1956, Robert Adler dan  Eugene Polley menemukan remote televise, dengan bertujuan untuk menghindari iklan. Disusul pada tahun 1975 Larry Weber yang merupakan seorang ilmuwan dari Universitas Illionis, beliau merancang layar plasma berwarna. Tahun : 1979, sebuah perusahaan Kodak menciptakan OLED (organic light emitting diode), lalu disusul dengan pembuatan LCD dari bahan thin film transfer yang ringan yang dilakukan oleh Walter Spear dan Peter Le Comber. Pada tahun 1981, sebuah stasiun televisi yang bernama NHK yang berada di Jepang menngenalkan teknologi HDTV. Pada tahun 1995, Larry Weber telah berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang.Kemudian disusul pada tahun 2000 tahun ke atasproduk LCD,Plasma, dan CRT dikembangkan. Dan kemudian dimulailah perkembangkan televisi digital.

Televisi merupakan media massa yang paling unik dan berperan pada masyarakat dibandingkan dengan media massa lain. Setiap hari tanpa kita sadari kita pasti meluangkan waktu untuk menonton televisi. Bahkan televisi pada sekarang ini sudah bukan menjadi barang yang mewah, di setiap rumah pasti ada yang namanya ruang televisi untuk menonton televisi dengan keluarga. Menonton televisi tdak membutuhkan konsentrasi yang besar dibandingkan dengan membaca. Karena kita tidak perlu berimajinasi lagi. Teknologi Televisi memiliki akses dan jangkauan yang luas, karena dari mulai balita, anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lansia dapat menonton televisi. Selain untuk mendapatkan informasi, tidak jarang juga kita menonton televisi untuk mendapatkan hiburan. Melalui acara-acara yang dihadirkan televisi, tidak jarang keluarga memiliki topic untuk diperbincangkan, sehingga mempererat bahkan menghangatkan hubungan sebuah keluarga. Karena komunikasi menjadi intens.

Mari mengulas tentang rating tv. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan rating tv? Ya berasal dari kata rating yang berarti penilaian atau evaluasi. Penghitungan rating tv dilakukan dengan data kuantitatif. Jadi rating merupakan penghitungan seberapa banyak permisa TV yang menonton program tertentu dalam presentase. Apa sih gunanya rating tv?

Rating tv dapat menjadi sebuah patokan dalam guna menentukan sebuah harga iklan dalam durasi waktu dalam hitungan detik. Biasanya dalam hitungan perlima belas ataupun pertigapuluh detik. Rating tv juga dapat menjadi pertimbangan sebuah acara harus ditayangkan kapan, format acara harus dirombak atau tidak. Stasiun TV di Indonesia melakukan perhitungan rating TV melalui jasa AGB Nielsen Media Research.

Konsep komunikasi pada sebuah televisi, misalnya sebuah acara berita. Sendernya adalah seorang pembawa acara berita yang menyampaikan pesannya lewat penyiaran televisi. Dan medianya yakni televisi, dihadirkanlah video sebuah informasi yang diberitakan. Lalu pesannya yakni sebuah informasi, misalnya kebakaran hutan yang terjadi di Riau. Dan receivernya adalah para permisa, sehingga informasi tersebut diketahui oleh masyarakat di berbagai tempat.

Dampak positif dari televisi adalah keakuratan dan berita yang disajikan sangat terupdate, berita tv menayangkan laporan dari seorang reporter yang berada dilokasi kejadian dan kita dapat melihat langsung melalui sebuah televisi. Melalui informasi yang ditayangkan televisi dapat membuat wawasan kita menjadi lebih luas. Melalui televisi, kita dapat menonton sebuah acara olahraga yang dilakukan di negara lain, tanpa harus menonton langsung di negara tersebut. Tentunya sangat menghemat biaya serta praktis. Kita juga bisa mendapatkan hiburan melalui acara yang ditayangkan televisi. Tidak jarag kita mendapatkan sebuah inspirasi lewat tokoh-tokoh yang dijadikan narasumber dalam sebuah acara televisi. Tetapi tetaplah bijak dalam menentukan acara tontonan yang kita nikmati. Antara hiburan maupun informasi harus tetap seimbang serta bijak dalam melihat iklan-iklan yang ditayangkan dalam televisi karena dapat membuat kita menjadi pribadi yang konsumstif.

Nila Adi Wijaya - 13140110135 - D1